Dikutip dari buku “KUMPULAN KISAH OPERASI KOMANDO PENYERBUAN LINUD KOTA DILI DAN PEREBUTAN KOTA AI LEU TANGGAL 7 DESEMBER 1975”

Buku tersebut berisikan kisah-kisah di hari H Operasi Seroja dari berbagai personel, dan saya mendapat izin dari Pak Hermintoyo untuk menulis kembali di blog ini.
Kisah pengalaman Mayor Chb Hermintoyo Nrp 488293, saat itu Koptu Ta Jurad Ru Baniap Ki B Denpur 1.
Hari Minggu tanggal 7 Desember 1975, jam 04.30 WITA penerjunan dimulai. Dia penerjun ke 4 dibelakang Dan Ton 2 Ki B Denpur 1 Capa Martadi Nrp 368184. Peloncat pertama Koptu Bana Nrp 384909 Ta Ruh/Jurad Ton 2 Ki B Denpur 1, peloncat kedua Koptu Encang Nrp 385088 Ta Ruh Ton 2 Ki B Denpur 1. Capa Martadi sebagai Dan Ton 2 peloncat ketiga, dia peloncat keempat sebagai Ta Yan Rad Ton 2 Ki B. Koptu Supardi Nrp 383388 Ta Kes Ki B Denpur 1 peloncat kelima. Selama penerbangan dari Madiun dia sudah tidak dapat bergerak sama sekali, karena sangat sempit sekali, dalam pesawat itu ± 80 personil dengan payung dipunggung.
Perjalanan hampir 4 jam di udara, dia sudah pasrah apapun yang terjadi nanti. Dia tidak mengetahui entah sampai dimana pada saat bel berbunyi dan lampu merah di dinding pesawat menyala. Pasukan yang akan diterjunkan semula duduk di lantai pesawat, diperintahkan berdiri, oleh Jump Master. Tali payung Harnes warna kuning siap ditangan . Bel kedua berbunyi, lampu kuning menyala, harnes langsung dikaitkan di kabel yang membentang di dinding pesawat. Dia sudah tidak ingat lagi masih berapa lama dia harus loncat, beban yang dia bawa sangat berat sekali.
Begitu bel ketiga berbunyi, lampu hijau menyala Jump Master memberi isyarat Go… Go…, Go . . . Dengan beban yang berat itu, dia didorong dari belakang menuju arah pintu sebelah kiri pesawat dan loncatlah dia.
Koptu Hermintoyo merasakan punggungnya tertarik keatas, dia lihat payungnya sudah mengembang dengan sempurna. Tidak sampai 2 menit dia sudah mendarat ditengah alang-alang di Kampung BIDAU dan payungnya menyangkut di kabel listrik. Setelah dia mendarat, musuh lari kearah Selatan ke Taibesi, sambil menembaki payung dia yang menyangkut di kabel listrik.
Koptu Hermintoyo sendiri tidak berani menembak karena payung yang dia pakai belum dia lepas dari badannya, karena dia lupa membuka baik kunci Harnes, payung cadangan maupun radionya. Begitu payung lepas dari badannya, dia tiarap ditengah alang-alang sambil melihat musuh yang lari ke arah Taibesi dan menyaksikan kawan-kawan yang masih melayang-layang di udara.
Setelah kondisi aman dia buka radio, memonitor posisi kawan-kawan berada dimana. Dia mendengar suara peluit, dari arah Timur posisinya. Dia berjalan menuju arah peluit, ternyata Dan Ton 2 Ki B Denpur 1 Capa Martadi tergantung menyangkut di pohon Mangga. Sambil memanggil Koptu Hermintoyo, Capa Martadi menunjuk kesuatu rumah yang dindingnya terdiri dari batang daun rumbia(Gabus), musuh menembak beliau dari dalam rumah itu. Koptu Hermintoyo langsung tiarap, rumah itu langsung dia tembak dengan rentetan, tetapi tidak ada balasan dari musuh.
Sambil tiarap dia teriak agar Dan Ton 2 Ki B Capa Martadi untuk segera turun dimana beliau masih tergantung diatas pohon Mangga. Capa Martadi memindahkan senjata dan ransel, dilempar dulu baru payung cadangan. Setelah payung cadangan dibuka, posisi Capa Martadi tetap belum berubah masih tetap tidak sampai ke tanah. Akhirnya Capa Martadi loncat ke tanah dan waktu mendarat pantatnya yang lebih duluan. Sambil pegang pinggangnya Capa Martadi kenakan ransel dan ambil senjata. Sambil tiarap, Koptu Hermintoyo mengamankan beliau.

Koptu Hermintoyo dan Capa Martadi, mencari anggota yang lain, bertemu Koptu Kohar Nrp 384948 anggota Ru 2 Ton 2 Ki B dan ketemu Koptu Supardi Nrp 383388 Ta Kes Ki B. Dia berhenti sebentar orientasi peta, datang Koptu Sudirman Nrp 664898893 anggota Ru 2 Ton 2 Ki B, sambil menunjuk ke arah Timur saat mendarat, disana di seberang sungai banyak musuh. Tanpa pikir panjang Dan Ton 2 Ki B Capa Martadi memerintahkan menyerang bersama dengan 5 anggota. Koptu Hermintoyo dengan Koptu Kohar ke depan dan tiarap di tanggul sungai melihat musuh lari kedalam rumah yang dindingnya terbuat dari batang rumbia . Dan Ton 2 Ki B Capa Martadi dan 2 orang anggota berhenti di belakang, dia menembak rumah itu dengan rentetan senjata AK-47. Musuh yang melihat posisi kedudukan Koptu Hermintoyo melempar granat kearahnya. Pecahan granat mengenai pelipis mata kanan Koptu Hermintoyo dan dia mundur ke belakang mendekat ke Dan Ton 2 Ki B Capa Martadi melaporkan bahwa dia kena pecahan granat. Dan Ton 2 Ki B mengambil obat merah dan mengobati luka dia pada pelipis lalu ditutup dengan Tensoplast.
Koptu Supardi begitu melihat dia terluka, bukannya menolong malahan maju kedepan merapat ke Koptu Kohar yang masih tiarap di tanggul sungai. Dan Ton 2 Ki B memanggil Koptu Kohar dan Koptu Supardi agar mundur. Selanjuthya mereka berlima bertahan ditempat itu. Dia voice ke Dan Ki B Denpur 1, Kapten Atang Sanjaya untuk minta bantuan. Ternyata Dan Ki B dan Batih Kompi B tertembak di lapangan sekolah Cina dekat kantor gubernur. Ta Jurad Koptu Ento Hartono Nrp 384938 juga tertembak. Terdengar oleh dia operator radionya juga tertembak. Koptu Hermintoyo melaporkan berita itu kepada Dan Ton 2 Ki B Capa Martadi bahwa Dan Ki B, Ba Tih Ki B, dan operator radio tertembak. Ternyata operator radio Koptu Ento Hartono bukan tertembak tetapi luka waktu pendaratan, lututnya menabrak tembok.
Hand set radio diambil alih oleh Dan Ki B Kapten Inf Atang Sanjaya, menanyakan posisi dia. Koptu Hermintoyo menjawab bahwa posisi dia berada di kampung BIDAU. Dia tahu nama kampung itu, setelah diberi tahu rakyat setempat. Dia panggil dan mereka mendekatinya, dia tanya nama kampung ini, mereka menjawab BIDAU.
Dan Ki B Denpur 1 Kapten Atang Sanjaya bertanya lagi ada berapa orang. Koptu Hermintoyo menjawab ada 5 orang dengan Dan Ton 2 Ki B. Perintah Dan Ki B Denpur 1 : ” Kamu bertahan disitu, saya (Dan Ki B) tertembak dan Batih juga tertembak”. Perintah Dan Ki B agar berusaha merapat ke Posko untuk konsolidasi. Dia sampaikan perintah itu kepada Dan Ton 2 Ki B Capa Martadi. Dan Ton bertanya : ” Dimana Poskonya” ? Koptu Hermintoyo menjawab kepada Dan Ton 2 Ki B : ” Tidak tahu pak”. Setelah itu situasi agak aman tembak menembak tidak seperti tadi pagi tadi. Tembakan hanya terdengar sesekali dari atas bukit sebelah Selatan kota DILI. Kami berlima merapat ketepi pantai dan bertemu dengan Serma Sutrisno Nrp 363123 Bamin/Jubar Ko Ki B Denpur 1 sedang berlindung diantara pohon rumbia sambil melihat dari jauh anggota yang gugur, yaitu Koptu Ramdoni Nrp 384981 anggota Ru 3 Ton 3 Ki A, dan Koptu Rabuman Nrp 363438 Wadan Ru 1 Ton 2 Ki B. Posisi Koptu Robuman saat itu sudah berada di rumah rakyat. Saat itu juga Dan Ton 2 Ki B memerintahkan untuk segera lapor kepada Dan Ki B Denpur 1.

Setelah dia laporkan, ada perintah dari Dan Ki B agar di evakuasi ke kota DILI, dekat pelabuhan ada gedung yang belum selesai dibangun, disitu Posko Nanggala V. Untuk dua anggota yang gugur dijemput kendaraan oleh Bakes Ki B Sertu Djuki Sutisna Nrp 368097 didampingi Serma Sutrisno Nrp 363123 Bamin/Jubar Ki B di depan Hotel Turismo menuju Posko Nanggala V.
Kami berlima berjalan menyisir pantai menuju Posko . Dalam perjalanan kami masih mendapat tembakan dari atas bukit sebelah Selatan kota DILI. Sesekali mortir jatuh di depan pelabuhan yang dapat kami lihat dari bibir pantai.
Sampai di depan museum, Dan Ton 2 Ki B bersama 2 anggota berlari menuju kantor Gubernur. Koptu Hermintoyo dan Takes melindungi beliau dari tembakan musuh. Setelah Dan Ton 2 Ki B dan 2 anggota sampai di kantor Gubernur terdengar tembakan beberapa kali. Koptu Supardi Ta Kes Ki B mengajak dia untuk menuju ke kantor Gubernur. Karena beban yang dia bawa terlalu berat tidak mungkin dia lari kencang sekencang Koptu Supardi. Baru dia berdiri mau lari ke arah kantor Gubernur, dia ditembak dari arah toko Lay, dia tidak jadi keluar dari tempat perlindungan.
± Jam 17.00 WITA Koptu Hermintoyo mendengar suara orang banyak di dalam museum. Hatinya semakin bergetar karena sendirian ditepi pantai. Akhirnya kaca jendela Museum dia tembak dan pecah. Dari dalam gedung keluarlah 4 orang terdiri dari 3 wanita dan 1 pria. Dia perintahkan angkat tangan dan mendekat kepadanya. Setelah dia periksa temyata tidak ada yang mencurigakan. Satu orang dia perintahkan untuk mengambil air minum di gedung Museum. Ternyata orang itu membawa 3 kaleng bir cap 3 kuda, dan dia bilang tidak ada air.
Hari mulai gelap, Koptu Hermintoyo memerintahkan mereka kembali ke dalam gedung Museum. Dia masih bertahan sendirian di pinggir pantai sambil monitor radio PRC Tembakan masih terdengar dimana-mana. Sesekali terdengar tembakan mortir dari bukit di arah Selatan kota DILI yang diarahkan ke pelabuhan DILI.
Setelah mereka masuk kedalam museum, Koptu Hermintoyo meninggalkan tempat itu menuju arah Barat mendekati pagar pembatas pelabuhan DILI. Dia lihat dihalaman pelabuhan DILI ada orang berpakaian loreng Kopassandha tengkurap dengan ransel di punggung. Dia voice melalui radio ke Posko Nanggala, memberi tahu bahwa dihalaman pelabuhan di bawah pohon Beringin, ada anggota yang gugur. Ternyata anggota tersebut Serda Omo Atmari Nrp 6546120227 Dan Ru 3 Ton 3 Ki B.
Hari mulai malam, Koptu Hermintoyo tidak berani keluar dari tempat perlindungan , lalu dia laporkan posisi dia. Perintah dari Posko, besok pagi baru merapat ke Posko di depan pelabuhan, ada gedung yang belum selesai dibangun, disitu letak Posko Nanggala V.
All rights reserved (c), Frownland Archive, Terima kasih kepada Mayor (Purn.) H. Hermintoyo