The Pattern: Indonesia’s New and Modern Camouflage

Halo, di post ini, saya akan membagikan beberapa pattern camouflage atau loreng modern Indonesia yang belum terdokumentasi secara resmi di berbagai sumber referensi. Pattern-pattern ini mungkin tidak banyak diketahui, tapi sudah saya compile dan share berdasarkan relic aslinya dari koleksian saya —baik dalam bentuk seragam, bahan kain, dll.—

Setiap loreng akan saya sertakan dengan foto serta deskripsi singkatnya seperti sejarah pencipta/maker, digunakan oleh unit mana, dan tahun berapa. Beberapa di antaranya mungkin eksperimen, produksi terbatas, atau varian yang jarang terlihat di lapangan.


1. Habema Taskforce PHDM Camo

(Made by J-Forces, Issued in Mid 2014)
NIR-compliant, kontraktor resmi oleh J-Forces. Dibagikan kepada personel yang terlibat dalam Satgas Habema, tim Rajawali di Papua. Terlihat digunakan oleh personil Kopassus, pasukan gabungan KOSTRAD & Marinir.


2. KOPASSUS SAT-81/Gultor SAMAR Camo

(First Made and Designed in 2011, Elemental Defense)
Loreng SAMAR-Komando (Spektrum Acak Mata Adaptasi Rekayasa). Pattern camouflage ini ini diciptakan dan dipatenkan oleh Pak Fairy Suryana dan secara khusus hanya diberikan kepada unit elite SAT-81/Gultor Kopassus (Komando Pasukan Khusus).


3. Brimob Gegana “Poso“ Camo

(Designed in 2013 and made during the first half of 2014)
Loreng yang dimodifikasi dari Multicam ini didesain untuk vegetasi Poso. Diuji coba oleh Detasemen C pada tahun 2014 dan terbukti efektif. Terdapat logo “walet” dalam desain tersebut (Pattern pertama: walet hijau & base-cloth coklat. Selanjutnya: walet coklat & base-cloth putih). Pattern pertama dibuat hanya dari 1.500 meter kain, Pak Ken Conboy menjadi PIC dalam pengadaan bahan dan pemilihan vendor.


4. Detasemen Khusus 88 Anti Teror

(First issued in 2022)
Selain loreng Densus 88 AT yang persis dengan Gegana “Poso” (perbedaannya yaitu logo Walet berubah menjadi Burung Hantu), Densus juga ada versi dark camouflage dengan perpaduan warna hijau tua, abu-abu & hitam dengan logo “Owl” di pattern-nya.


5. BNN Camo – Urban Version

(Petrus Golose’s era (2020-2023))
Loreng BNN versi Urban yang didesain oleh Pak Ken Conboy, terinspirasi dari Macan Dahan Kalimantan (Clouded Leopard) yang dikenal karena kelincahannya. Polanya juga menampilkan logo BNN.


6. BNN Camo – Jungle Version

(Petrus Golose’s era (2020-2023))
Loreng BNN versi hutan mulai digunakan sejak era Pak Petrus Golose menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional. Terlihat dalam beberapa foto loreng ini digunakan saat operasi di Aceh.


7. Korps Marinir Rupanpur Camo

(Made by MOLAY TACTICAL, Developed and Issued in 2022)
Loreng Regu Pandu Tempur Marinir merupakan pola modifikasi dari loreng Tutul Marinir, dengan perubahan palet warna yang didominasi oleh hijau. Unitnya sendiri adalah satuan elite yang sangat mirip dengan FORECON USMC.


8. Marines’ Brushstroke Camo

(First issued in 2014)
Loreng ini lebih dikenal dengan sebutan Loreng Rawa dan merupakan adaptasi dari pola original Brushstroke Marinir pada tahun 1970-an, yang dibuat dalam bentuk smock jacket. Pada tahun 1984 seluruh matra TNI mulai menggunakan DPM, dan 20 tahun setelahnya loreng ini kembali dipakai untuk keperluan upacara/parade oleh Marinir.


9. Raider Pixelated DPM Camo

(Indonesia’s first digital-camouflage effort, 2003)
Pada Desember 2003, sepuluh batalyon Raider yang baru dibentuk diberikan seragam loreng “pixelated” DPM. Pattern ini merupakan versi pixel dari DPM, bukan drawings atau pattern yang sepenuhnya baru. Pertama kali diperkenalkan dalam parade Raider pada 22 Desember 2003.


10. KOPASKA First Pattern Camo

(Officially introduced during the unit’s 45th Anniversary on 2 April 2007)
Dikutip dari buku “Tahun Emas Komando Pasukan Katak TNI AL”, Loreng ini merupakan Pixel Pattern Komputer. Sekilas mirip dengan MVD Camo Pattern Russia yang dipakai di Chechnya dengan corak enam warna kecoklatan. pertama kali digunakan di Hari Tentara Nasional Indonesia tahun 2006. Kemudian diperkenalkan secara resmi pada HUT-45 KOPASKA di Mako Koarmatim, Ujung Surabaya.


11. KOPASKA “Skull of Frog” Camo

(First issued in 2010)
Dikutip dari buku Anniversary 50 Tahun Kopaska, pola loreng kedua ini mulai digunakan pada tahun 2010, menggantikan varian sebelumnya yang memiliki warna pinkish dari tahun 2007. Pola ini menampilkan Trisula atau tombak bermata tiga yang digenggam oleh seekor katak, dengan nama resminya “Skull of Frog”.


12. Kostrad’s Airborne Camo

(First issued in 2012)
Dikenal sebagai Loreng Linud. Terdapat logo sayap terjun payung dan awalnya hanya dipakai oleh personil dari Brigif Linud 17, selanjutnya terlihat dipakai oleh semua Brigade Lintas Udara TNI Angkatan Darat.


All rights reserved (c), Frownland Archive.

, , ,

Leave a comment