Relic coverall motif macan tutul yang diproduksi oleh Snow Drift, Hong Kong, digunakan oleh Pasukan Gerak Tjepat (PGT, sekarang Kopasgat) dari tahun 1962, menjelang operasi Trikora.

Dalam buku Pak Ken Conboy, disebutkan bahwa Snow Drift digunakan hingga 1966. Tetapi bukan berarti kita terus membeli dari Hong Kong selama kurun waktu itu. Kalau dibaca lebih dalam, hanya pernah dibagikan satu kali dan itupun menjelang Trikora—sebuah pengadaan terbatas untuk pasukan elit, bukan untuk semua prajurit secara merata.
Pemakaian seragam ini bersamaan dengan coverall macan tutul buatan lokal, jadi tidak semua anggota PGT pasti menggunakan keluaran luar negeri ini. Dapat dikenali dari kancing berwarna coklat tua, drawstring di bagian pergelangan kaki dengan metal eyelet, serta pola tutul-nya yang “horizontal”.

Pada awal 1960an hanya beberapa angkatan yang mendapat “privilege” pengadaan item dari luar negeri, seperti KKO Marinir dengan set loreng Macan Tutu dan Tjakrabirawa dengan belt buckle & lapel pin mereka (Terdapat cap/stamp produksi Hong Kong, reliknya ada di Pak Ken Conboy). Saya sertakan juga foto parade pasukan PGT di Jakarta dalam rangka memperingati Operasi Trikora pada tanggal 19 Februari 1963. (Sumber foto: Ken Conboy)
ENG: This Frog Skin camouflage coverall was manufactured by Snow Drift, Hong Kong, and issued to Pasukan Gerak Tjepat (PGT, now Kopasgat) around 1962, just before the Trikora campaign.

Based on Ken Conboy’s Elite book, this coverall was in use until 1966. However, that doesn’t mean Indonesia was consistently sourcing them from Hong Kong throughout that period. This foreign-made coverall was worn alongside locally produced one, so not every PGT member wore the Hong Kong variant. It can be identified by its dark brown buttons, drawstrings at the ankles with metal eyelets, and its distinct “horizontal” spot pattern.

Details:




All rights reserved (c), Frownland Archive.