Discovering the Kopassus Legacy – Kunjungan ke Museum dan Perpustakaan L.B. Moerdani – 19 Juni 2025. @penkopassus

Introduction
Berawal dari undangan istimewa yang saya terima untuk mengunjungi museum ini bersama Mayor (Purn) Hermintoyo, saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kesempatan langka ini. Yang bisa saya katakan adalah: Museum Kopassus ini benar-benar LUAR BIASA.
Mulai dari koleksi foto-foto langka, dokumen sejarah, hingga relic fisik yang authentic, semuanya terkurasi dengan sangat baik dan memiliki nilai historis yang tinggi
[EN: It all began with a special invitation I received to visit this museum alongside Mayor (Purn) Hermintoyo, and I would like to express my deepest gratitude for this rare opportunity. All I can say is: the Kopassus Museum is truly EXCEPTIONAL.
From its collection of rare photographs and historical documents to authentic physical relics, everything is meticulously curated and holds immense historical value.]
Collection
Beberapa koleksi yang bisa saya share ke sini, antara lain:
4-pocket black shirt worn by Prabowo Subianto
Kemeja hitam saku 4 yang dikenakan oleh Pak Prabowo Subianto (kini Presiden ke-8 RI) saat beliau melakukan terlibat langsung dalam Operasi Mapenduma.
[The black shirt with four pockets worn by Mr. Prabowo Subianto (now the 8th President of the Republic of Indonesia) during his direct involvement in the Mapenduma Operation.]

Period Pictures

Operasi Flamboyan (pre operasi Seroja)
Relic dari Operasi Flamboyan (The Blue Jeans Soldier), termasuk topi koboi legendaris milik Pak Dading Kalbuadi yang ikonik dan didonasikan langsung oleh beliau.
[A relic from Operation Flamboyan (The Blue Jeans Soldier), including the legendary cowboy hat of the iconic Mr. Dading Kalbuadi, personally donated by him.]

Mochammad Idjon Djanbi
Seragam dari Komandan pertama Kopassus, Pak Mochammad Idjon Djanbi, yang membawa nuansa sejarah awal pembentukan satuan ini.
[The uniform of the first commander of Kopassus, Mr. Mochammad Idjon Djanbi, which carries the historical spirit of the unit’s early formation.]

The Depison Smock!
“Depison” Smock tempur era Trikora
[The “Depison” combat smock from the Trikora era.]

Ekspedisi Puncak Everest 1997
Dan tentu saja, memorabilia dari Ekspedisi Puncak Everest 1997, termasuk perlengkapan asli yang benar-benar digunakan di puncak tertinggi dunia oleh prajurit Kopassus.
[memorabilia from the 1997 Everest Summit Expedition, including original gear that was actually used by Kopassus soldiers at the highest peak in the world.]

Museum ini juga menyimpan berbagai perlengkapan terjun payung dari era 1960-an (masih bertuliskan “AURI”) hingga helm-helm khusus terjun lainnya—menunjukkan evolusi dan ketangguhan para penerjun sepanjang dekade.
Museum dan Perpustakaan L.B. Moerdani ini bukan hanya tempat menyimpan sejarah, tetapi juga monumen penghormatan terhadap dedikasi, keberanian, dan pengabdian prajurit elite Indonesia. Tempat ini layak menjadi rujukan sejarah dan sumber inspirasi generasi masa kini. Dan percayalah, masih sangat banyak yang tidak bisa saya bagikan di sini—sebuah tempat yang benar-benar harus disaksikan sendiri.
[This museum also houses various parachuting equipment from the 1960s (still marked with “AURI”) to more modern specialized jump helmets—highlighting the evolution and resilience of Indonesian paratroopers over the decades.
The L.B. Moerdani Museum and Library is not merely a repository of history, but a monument honoring the dedication, bravery, and service of Indonesia’s elite soldiers. It deserves to be a historical reference and a source of inspiration for the current generation. And believe me, there is so much more that I cannot share here—this is truly a place that must be seen firsthand.]

All rights reserved (c), Frownland Archive.