Sejarah Loreng Malvinas DPM di Indonesia [ID]

Background

Sebelum tahun 1984, semua matra di Indonesia memakai corak camouflage atau loreng-nya masing masing. Seperti contohnya ada Darah Mengalir-nya Kopassus, Macan Tutulnya KKO, Loreng khas Kopasgat, dan bahkan di puncak pasukan Brimob aktif ada 3 loreng yang berbeda yaitu Menpor Darah Mengering, Menpor Brushstroke dan Loreng Khas YON-32.. Belum lagi loreng masing-masing Kodam seperti Kodam Jaya, Kodam Tanjungpura ataupun Kodam Siliwangi.

Di tahun 1984 ketika Jenderal TNI L.B. Moerdani menjabat sebagai Panglima, banyak perubahan dan reorganisasi yang terjadi di badan ABRI (temen-temen bisa baca di source lain) dan sebagai anglophile, dia memutuskan untuk mengadopsi loreng DPM untuk semua matra kita.


Disruptive Pattern Material

Disruptive Pattern Material atau DPM adalah camouflagenya pasukan Inggris yang pertama kali di-issued sekitar tahun 1960an, loreng ini terdiri dari 4 warna yaitu hitam, coklat, hijau terang, dengan background khaki/tan.

(Source: Camopedia) Loreng DPM British dari tahun 1960 (blurred lines), 1968, 1985 dan S95.

Loreng ini juga banya diadopsi oleh former-koloninya seperti Bulgaria, Cambodia, New Zealand, Oman, the Philippines, Portugal dan Yemen.

Berikut koleksi saya, DPM British yang paling awal/1st print, 60 Pattern Smock in DPM camo.


Malvinas di Indonesia

Loreng DPM sendiri dipakai saat perang Falklands (2 Apr 1982 – 14 Jun 1982) antara Inggris dengan Argentina di pulau Falklands atau Spanish:Islas Malvinas.

2nd Battalion Parachute Regiment, Port Stanley 1982.

Dalam upaya “refresher” seragam, kita lebih mengenali seragam ini dengan nama Malvinas daripada loreng DPM.

Di Indonesia mulai diadopsi pada tahun 1984.


The 1st Print?

Untuk sedikit konteks, ketika loreng Raider diresmikan pada tanggal 22 Desember 2003, saya ada koleksi 1st print loreng tersebut yang dibuat pada bulan Agustus 2003 (3-4 bulan sebelumnya).

Logika diatas juga dapat dipakai ketika kita menetapkan semua matra menggunakan loreng Malvinas, saya cukup yakin adanya 1st print sebelum hari peresmian.

Dikarenakan minimnya informasi, saya masih ada pertanyaan besar yaitu:

Apakah 1st print malvinas itu adalah surplus aslinya Inggris?

  • Jika iya,
    • Apakah dikasih kain aja? setelah itu kita jahit sendiri.
    • Atau, kita dikasih seragamnya. Jika iya, yang pasti tagnya bukan tag ABRI melainkan surplus Inggris.
  • Jika bukan,
    • Darimana kita dapat referensi print DPM? dan pertama kali dijahit di mana? apakah litbang?

Selanjutnya dikarenakan kode jatah pembagian kita ada “ABRI+5 code” dan tahun anggaran seperti 84/85, 88/89 itu tidak bisa dijadikan acuan dikarenakan annually.


Variasi atau Tipe di Indonesia

Kolektor Indonesia dan semuanya setuju bahwa pada dasarnya ada tiga jenis loreng Malvinas, yaitu yang 84s (seterusnya saya sebut early print) dan yang early 90s print (2nd print), dan yang terakhir saya sebut sebagai later print.

1. Early print 84s

Early print, TA 84-85

Warna corak merupakan yang paling mirip dengan DPM inggris, dimana bisa warna hijaunya masih seperti “Sage Green” atau hijau pucat.

Loreng ini banyak dilihat ketika beroperasi di Timtim, dan juga sangat banyak mix-match dengan loreng Ifgaba pengunaannya. Infanteri Gaya Baru merupakan kualifikasi refresher yang wajib dihadiri dan ketika lulus akan dibagikan loreng yang kita sebut Ifgaba.

2. 90s atau 2nd Print

TA 89/90

Warna corak 2nd print ini terdapat perubahan di warna hijaunya yang agak pucat berubah menjadi “Clover Green” atau hijau semanggi.

Pattern ini bisa dibilang pertama kalinya dirubah oleh kita sendiri, dan TA jatah paling awal itu 89/90 di koleksian saya.

3. Later print

Sritex 2016

Jenis terakhir dapat ditemui dengan background sudah bewarna putih (instead of khaki seperti DPM aslinya). Ada juga versi Desert yang dipakai ketika tugas UNIFIL di Lebanon.


References

Berikut adalah referensi dari koleksian saya, diurutkan berdasarkan tahun.

T.N.I-A.D. 84/85 VI.02

TNI AD-V 84/85 15XX

TNI-AD 85/86 01.002

ABRI 67119
(Quote dari pak Handono: Jatah jaket hanya dibagikan ke personil yang ditugaskan dikarenakan keterbatasan biaya waktu itu. Jaket ini menurut saya sangat langka dikarenakan cuttingan yang berbeda dengan jaket era 90an seperti absent-nya velcro, zippernya masih kuningan, tagnya ABRI+5 Code)

TNI-AD 86/87 01.099

ABRI 89/90.119

ABRI 90/91 049 (Soeratman, TimTim Modified)

TNI-AD 92/93 (SUDJARDI)

TNI-AD 94/95 03.090 (Soeratman)

ABRI 94/95 049 (Pak Hujan)

ABRI 95/96 119

Private Purchased era TimTim

Malvinas “Desert” Sritex 2016


All rights reserved (c), Frownland Archive.

, ,

One response to “Sejarah Loreng Malvinas DPM di Indonesia [ID]”

Leave a comment