Mayor TNI (Purn) H. Hermintoyo || RPKAD – Kopassandha – Kopassus

Tanggal 15 Desember 2024 kemarin, saya diundang bertamu ke rumah Mayor (Purn) H. Hermintoyo. Undangan ini berawal dari kunjungan beliau ke MUSTAKA Kopassus, yang kemudian melahirkan proyek untuk digitalisasi arsip-arsip foto beliau yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Pure beginner’s luck.

Suatu kebanggaan bagi saya yang dipercayakan untuk mendigitalisasi 5 album, termasuk diantaranya foto-foto Nanggala V dan Nanggala 28 di Timor Timur. Beliau juga berbagi banyak kisah ketika bertugas meskipun beberapa cerita tidak dipublikasikan secara publik/di podcast.


Biografi Singkat

Pak Hermin masuk ke tentara pada tahun 1966, lebih tepatnya di Siliwangi. Dimulai test masuk ke Bintara dan tidak diterima, beliau masuk ke Tamtama RPKAD. Sesampai di Bandung, ternyata tidak lolos test renang.

1967 pelantikan di Siliwangi, dan pada tahun1968 langsung bertugas ke perbatasan Malaysia di bawah Brigif-12/Guntur Kodam VI/Siliwangi dalam operasi penumpasan PGRS Paraku.

Foto beliau ketika masih di Siliwangi, Kalimantan

Dan disitulah awal mula cerita beliau bertemu dengan pasukan RPKAD di pos, yang hanya berjumlah 2 orang (Kopral Aswat dan Tumin). Akhirnya beliau bercerita ingin bergabung dengan RPKAD tetapi tidak lolos test renang. Beliau langsung diajarkan untuk berenang di Sungai Kapuas.

Kemudian tahun 1968 selesai bertugas dan pulang ke Siliwangi. Ada radiogram untuk pendaftaran RPKAD. Beliau mendaftar bersama (Alm.) Prada Mahmud,.

Tahun 1969 pelatihan komando dimulai dari pelatihan basis di Batujajar, pelatihan gunung di Danau Situ Lembang. Kurang lebih saat itu ada 1 kompi (termasuk tentara Malaysia berjumlah kurang-lebih satu pleton). Beliau akhirnya lulus dan berhak memakai baret merah kebanggaan beliau.


Penumpasan PGRS/Paraku

Penugasan kedua beliau adalah operasi penumpasan PGRS/Paraku di Kalimantan Barat untuk mencari S.A. Sofyan. Beliau tergabung di Grup 1 Para-Komando.

Foto di bawah diambil pada tanggal 12-12-1973, Pengejaran S.A. Sofyan Di Daerah Sungai Terentang, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Foto Period Pak Hermin di Kalimantan

D-Day Operasi Seroja

Sepulangnya dari sana tahun 1974, beliau sudah dipersiapkan untuk persiapan penerjunan di Dili dalam D-Day Operasi Seroja 7 Desember 1975, dan beliau ikut terjun ke Kota Dili bersama Nanggala V.

Saat itu beliau berpangkat sebagai Kopral Satu Tamtama Juru Radio Ru Bantuan Lapangan Kompi B Detasemen-Tempur 1. Chb atau perhubungan, dengan membawa alat komunikasi radio merupakan peran sangat penting dikarenakan urat nadi daripada pasukan. Untuk cerita D-Day Seroja beliau, akan saya lampirkan di halaman lain.

Foto Nanggala V

Nanggala 28 (Penugasan kedua)

Selesai penugasan timor timur pertama di tahun 1976, beliau melanjutkan sekolah bintara pada tahun 1977 dan selesai di 1978. Setelah lulus, beliau sudah diplot untuk masuk ke formasi Nanggala 28 pimpinan Letnan Satu (sekarang Presiden RI) Prabowo Subianto untuk berangkat ke Timor Timur.

Penugasan ini berhasil mendapatkan Nicolau dos Reis Lobato atau lebih dikenal dengan Nicolau Lobato.


Paswalpres dan Timor-Timur ketiga dan keempat.

Beliau kemudian tergabung di Paswalpres untuk mengawal Pak Harto dan Adam Malik dari tahun 1979 sampai 1984. Setelah itu beliau melanjutkan sekolah Perwira di tahun 1984, 1985 selesai dan kembali ke Grup 1 Kopassus di Serang.

1986 Bertugas ke Timor-Timur untuk ketiga kalinya, di bawah pimpinan Letnan Jenderal TNI (Purn.) Hotmangaradja Pandjaitan selama 7 bulan.

1988 berangkat ke Timor-Timur lagi di bawah pimpinan Pak Joy Sihotang. Berikut foto-foto period beliau di penugasan ke 3/4 Timor Timur:


Paspampres

Tahun 1989, beliau sudah pindah ke Paspampres. Dan banyak penugasan beliau dari Beijing, Australia, Brunei, Italy, dll.


Penutup

Di akhir pertemuan, saya bertanya, “Pak Hermin izin, relic apa yang masih tersisa dan paling sentimental bagi Bapak?” Beliau masuk ke ruangannya dan kembali dengan membawa dua benda ini:

  • Pertama, kamera Ricoh IF-3M yang digunakan sejak tahun 1984s, dan
  • Yang kedua adalah sleeping pad yang selalu menemani beliau saat bertugas. Saya masih ingat beliau berkata, “Ini wajib dibawa ketika tugas, karena keadaan mengharuskan kita bisa istirahat di mana saja.” Marking di Sleeping pad tersebut: Her 25-10-86, CAKRA-IX.

Saya juga mendapat izin untuk menyalin kisah beliau tentang D-Day di Timor Timur di blog pribadi saya, nanti akan saya share!

Sekali lagi, terima kasih banyak kepada Mayor (Purn) H. Hermintoyo atas kesempatan yang diberikan, KOMANDO! 🇮🇩


All rights reserved (c), Frownland Archive.

, ,

Leave a comment