Portrait of Mayor Inf Ara Suhara – Yonif Linud 328/Dirgahayu “Kujang II” (Colorized by colorbykevin)

Portrait of Infantry Major Ara Suhara 328th Airborne Infantry Battalion, “Kujang II”. Date unknown.

Lahir 7 Februari 1930 di Maruyung, Bandung. Pernah bertugas di berbagai satuan sejak era revolusi fisik, termasuk Pasukan Sabilillah, Batalyon 29/9 Siliwangi, hingga Bn.3 “Siluman Merah” pimpinan Achmad Wiranatakusumah. Relic foto kedua adalah asli dari era Siluman Merah.

Ara Suhara adalah salah satu tokoh penting dalam penangkapan SM Kartosuwiryo pada 4 Juni 1962 di Gunung Geber, Jawa Barat, saat tergabung di Kompi C, Yonif 328 Kujang II/Siliwangi. Beliau mendokumentasikan operasi tersebut dalam tulisan berjudul “Sekilas Kisah Nyata Tertangkapnya SM Kartosuwiryo”.

Selama karier militernya, beliau naik pangkat dari Serka (1965) hingga Kapten (1973), dan pensiun sebagai Mayor Kehormatan. Sekitar 80% peninggalan beliau kini disimpan di Museum Yonif 328.

Lahir 7 Februari 1930 di Maruyung, Bandung. Pernah bertugas di berbagai satuan sejak era revolusi fisik, termasuk Pasukan Sabilillah, Batalyon 29/9 Siliwangi, hingga Bn.3 “Siluman Merah” pimpinan Achmad Wiranatakusumah.

Ara Suhara adalah salah satu tokoh penting dalam penangkapan SM Kartosuwiryo pada 4 Juni 1962 di Gunung Geber, Jawa Barat, saat tergabung di Kompi C, Yonif 328 Kujang II/Siliwangi. Beliau mendokumentasikan operasi tersebut dalam tulisan berjudul “Sekilas Kisah Nyata Tertangkapnya SM Kartosuwiryo”.

Selama karier militernya, beliau naik pangkat dari Serka (1965) hingga Kapten (1973), dan pensiun sebagai Mayor Kehormatan. Sekitar 80% peninggalan beliau kini disimpan di Museum Yonif 328.


Lahir 7 Februari 1930 di Maruyung, Bandung. Pernah bertugas di berbagai satuan sejak era revolusi fisik, termasuk Pasukan Sabilillah, Batalyon 29/9 Siliwangi, hingga Bn.3 “Siluman Merah” pimpinan Achmad Wiranatakusumah. Relic foto kedua adalah asli dari era Siluman Merah.

Ara Suhara adalah salah satu tokoh penting dalam penangkapan SM Kartosuwiryo pada 4 Juni 1962 di Gunung Geber, Jawa Barat, saat tergabung di Kompi C, Yonif 328 Kujang II/Siliwangi. Beliau mendokumentasikan operasi tersebut dalam tulisan berjudul “Sekilas Kisah Nyata Tertangkapnya SM Kartosuwiryo”.

Selama karier militernya, beliau naik pangkat dari Serka (1965) hingga Kapten (1973), dan pensiun sebagai Mayor Kehormatan. Sekitar 80% peninggalan beliau kini disimpan di Museum Yonif 328.

Medals on his left chest
First Row:
-Satyalancana Bintang Sakti (“The Sacred Star” Order)

Second Row, from left to right:
-Bintang Gerilya (“Guerrilla Star” Order)
-Bintang Sewindu Angkatan Perang (Armed Forces Eight Years’ Service Star)
-Satyalancana Teladan (Medal for Active Military Campaign)

Third Row, from left to right:
-Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun (Armed Forces Long Service Medal 3rd Class for 16 years service)
-Satyalancana Bhakti (Wounds Medal)
-Satyalancana Peristiwa Aksi Militer II (Medal of 2nd War of Independence)

Fourth Row, from left to right:
-Satyalancana G.O.M IV (Medal of 4th Military Operation)
-Satyalancana Saptamarga (Saptamarga Medal)
-Satyalancana Penegak (“Enforcer of Pancasila” Medal)


Relic asli dari era Siluman Merah, masih disimpan baik oleh anaknya beliau Pak Dandi https://www.facebook.com/dunn.dundee


© Arsip Militer by Frownland Archive. All rights reserved.

,

Leave a comment