Macan Tutul KKO TNI AL (sekarang Korps Marinir)

Dua loreng Macan Tutul KKO TNI AL (sekarang Korps Marinir), dengan konstruksi dan karakter produksi yang berbeda.


Varian pertama

Merupakan produksi Hong Kong, yang kemungkinan berasal dari periode awal hingga pertengahan 1960-an. Penggunaan beberapa seragam produksi Hong Kong pada periode tersebut juga dapat ditemukan seperti Coverall PGT (Pasukan Gerak Tjepat – sekarang Korpasgat) Snow Drift serta beberapa insignia dari Resimen Tjakrabirawa.

Salah satu ciri yang paling mudah terlihat pada varian ini adalah double-sided print, dengan bahan yang terasa lebih tebal dibandingkan varian lokal.

Menariknya, sejumlah detail konstruksi pada varian Hong Kong kemudian tetap dipertahankan pada produksi lokal atau locally-made. Hal ini dapat dilihat dari cutting seragam, bentuk flap kantong yang menutup, serta penggunaan dua snap kecil pada bagian kantong.

1965 “Sukarelawan” KKO MARINIR

Variant Kedua

Perbedaannya terletak pada material, varian lokal ini menggunakan one-sided print, dengan karakter warna dan bahan yang sedikit berbeda dari versi Hong Kong.

Varian lokal ini juga menarik karena terdapat dokumentasi penggunaannya pada periode awal Operasi Seroja, salah satunya terlihat dalam foto yang ada Pak Dading Kalbuadi.


Kedua relic ini berasal dari koleksi Mayor (Purn.) Marinir Soelomo Sastrodimedjo, NRP 1972/P.

Perbandingan seperti ini memperlihatkan bahwa satu pola loreng tidak selalu berarti satu jenis produksi. Perbedaan bahan, metode printing, cutting, dan konstruksi dapat menjadi petunjuk penting untuk memahami perkembangan produksi dan penggunaan Macan Tutul dari waktu ke waktu.

Nantinya ada loreng Marinir tahun 80/81 dengan versi Enlarged, dan juga sebelum itu ada loreng Tutul yang sering disebut sebagai loreng PBB.

Same pattern, different story.


© Arsip Militer by Frownland Archive. All rights reserved.

, , ,

Leave a comment